UNIT USAHA KOPERASI KUTA MIMBA

HomeUnit Usaha

UNIT USAHA KOPERASI KUTA MIMBA

 

Saat berdirinya, Koperasi Kuta Mimba hanya mengelola Unit Usaha Simpan Pinjam. Namun, karena perkembangan jaman dan tuntutan pelayanan yang prima bagi para anggota, saat ini Koperasi Kuta mimba mengelola dua unit usaha yaitu Unit Simpan Pinjam dan Unit Biro Jasa

UNIT SIMPAN PINJAM (USP)

Anggota Koperasi Kuta Mimba sebagian besar sebagai wirausaha yang mengelola Usaha kecil & Menengah (UKM). Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh anggota adalah masalah permodalan. Menyikapi permasalahan ini Kuta Mimba mengupayakan menghimpun dana kemudian menyalurkan membantu anggota yang memerlukan.

Produk Unit Simpan Pinjam:
  1. Simpanan
    • – SISUKOP (simpanan sukarela koperasi/tabungan)
    • – SIMJAKOP (simpanan berjangka koperasi)
    • – SIBERKOP (simpanan berencana koperasi).
  2. Pinjaman / Kredit.
  3. Koperasi Kuta Mimba melayani :
    • – Pinjaman Bulanan (Reguler) untuk: Modal usaha, investasi, upacara adat/agama, darma yatra, membeli kendaraan bermotor, elektronik dan barang lainnya.
    • – Pinjaman / kredit harian (krehar) untuk: tambahan modal usaha dan konsumsi.
    • – Suku bunga bersaing
    • – Jangka waktu kredit bervariasi.
    • – Pengembalian bunga kepada anggota peminjam pada saat pembagian laba koperasi.

UNIT BIRO JASA

Anggota Koperasi Kuta Mimba sebagian besar sebagai wirausaha yang mengelola Usaha Kecil & Menengah (UKM). Karena telalu sibuk mengurusi usahanya kadang-kadang sampai lupa membayar listrik, telepon, pam, atau memperpanjang SIM dan STNK motornya. Menyikapi permasalahan ini Koperasi Kuta Mimba mengupayakannya melalui Unit Biro Jasa.

Produk Unit Biro Jasa:
  1. Jasa pembayaran rekening telepon dan listrik anggota koperasi, dengan pelayanan antar jemput.
  2. Pembayaran rekening Telepon, Listrik, DSDP, dan PDAM dengan sistem on-line.
  3. Penjualan pulsa listrik.
  4. Jasa perpanjangan STNK dan SIM.
Koperasi Kuta Mimba menerapkan sistem kompensasi kinerja.

PKT (petugas kredit dan tabungan) koperasi, mendapatkan insentip (gaji) berdasarkan banyak sedikitnya mereka melakukan transaksi tabungan di lapangan. Satu transaksi mendapat nilai satu point, tanpa melihat nilai rupiahnya. Dalam sebulan nasabahnya tidak ada transaksi, PKT yang bersangkutan akan kena sangsi. Jadi, tidak mungkin nasabah tidak dicari (dilayani) oleh PKT, kalau memang nasabah tersebut rajin menabung. Maka oleh karena itu, mari kita menabung dengan rutin di koperasi kita.